Kajian Happy Family : "Istri, Anak dan Harta bisa menjadi Musuh dan Fitnah"
“Ketika Keluarga Menjadi Musuh dan Fitnah, Bagaimana Kita Menyikapinya?”
Dalam kehidupan berkeluarga, tidak selamanya perjalanan berjalan sesuai dengan harapan. Ada perbedaan karakter, cara berpikir, keinginan, bahkan terkadang orang-orang yang paling kita cintai justru menjadi bagian dari ujian kehidupan.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam QS. At-Taghabun ayat 14–16. Allah mengingatkan bahwa di antara Istri dan anak-anak dapat menjadi Musuh bagi seorang Suami. Namun, peringatan tersebut bukan untuk menjadikan keluarga sebagai sumber permusuhan, melainkan agar kita mampu menyikapi setiap persoalan dengan iman, kesabaran, pengendalian diri, dan ketakwaan kepada Allah.
Ayat ke-14 mengajarkan agar kita tetap waspada tanpa kehilangan kasih sayang. Memaafkkan Kesalahan, Berlapang dada dan mengampuni Ketika muncul konflik dalam keluarga, jangan sampai emosi membuat kita berlaku tidak adil, saling menyakiti, atau menjadikan masalah sebagai alasan untuk menjauh dari Allah.
Kemudian pada ayat ke-15, Allah menegaskan bahwa harta dan anak berpotensi menjadi Fitnah, sementara di sisi Allah terdapat pahala yang besar. Ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan sebuah keluarga bukan semata-mata diukur dari banyaknya harta, kesuksesan anak, atau terpenuhinya keinginan keluarga, tetapi dari sejauh mana semuanya menjadi sarana untuk semakin dekat kepada Allah.
Puncaknya terdapat pada ayat ke-16:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ
"Maka bertakwalah kamu kepada Allah dengan segenap kesanggupanmu, dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah yang baik untuk dirimu."
Pesan ini sangat relevan dalam membangun Happy Family. Keluarga bahagia bukan berarti keluarga tanpa masalah. Keluarga bahagia adalah keluarga yang ketika menghadapi masalah, kembali kepada Allah, saling mengingatkan dalam kebaikan, mampu mengendalikan ego, dan berusaha menjalankan kewajiban sesuai kemampuan. Rumusnya adalah antara Keinginan + Kemampuan = Kesanggupan
Melalui kajian ini, kita diajak untuk melakukan evaluasi diri:
Apakah keluarga kita sudah menjadi jalan menuju surga, atau justru menjadi sebab kita semakin jauh dari Allah?
Semoga keluarga kita bukan hanya menjadi tempat pulang secara fisik, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya iman, kasih sayang, kesabaran, ketakwaan, dan keberkahan.
Happy Family bukan keluarga tanpa ujian, tetapi keluarga yang mampu menghadapi ujian bersama-sama dengan Allah sebagai tujuan.